Representasi Dakwah Dalam Film Perjalanan Pertama


Film telah lama terbukti sebagai media komunikasi yang efektif dalam menyentuh ranah emosional dan spiritual penontonnya. Dalam artikel yang ditulis oleh Eti Efrina, dosen Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, gagasan tersebut dikaji secara mendalam melalui penelitian berjudul Representasi Nilai-Nilai Dakwah dalam Film Perjalanan Pertama karya Arief Malinmudo.

Artikel ini berangkat dari pandangan bahwa dakwah bukan sekadar penyampaian pesan keagamaan, tetapi merupakan proses komunikasi yang memanfaatkan berbagai media untuk menginspirasi perubahan sikap dan perilaku masyarakat. Film, sebagai media visual dan naratif, menawarkan kekuatan emosional yang mampu menghidupkan nilai-nilai Islam secara konkret dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Dalam penelitian ini, Eti Efrina menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi menurut Klaus Krippendorff. Melalui enam tahapan analisis—mulai dari pengunitan, penyampelan, hingga penafsiran—penulis menelaah secara sistematik setiap adegan dalam film Perjalanan Pertama. Data penelitian diperkuat dengan referensi dari buku, jurnal, serta artikel ilmiah terkait, menjadikan penelitian ini bernilai akademik dan kontekstual.

Temuan utama penelitian menunjukkan bahwa film Perjalanan Pertama berhasil merepresentasikan tiga pokok nilai dakwah Islam: akidah, akhlak, dan syariah. Dari ketiganya, nilai akhlak tampak paling dominan melalui perilaku para tokoh dan alur cerita yang sarat makna moral. Pesan-pesan seperti kesabaran, tanggung jawab, dan kasih sayang antarsesama menjadi intisari dakwah yang divisualisasikan secara halus namun mendalam.

Melalui penelitian ini, Eti Efrina menegaskan bahwa film dapat menjadi sarana dakwah yang adaptif dan kontekstual bagi masyarakat modern. Pesan-pesan moral dan spiritual tidak lagi terbatas pada mimbar atau majelis taklim, tetapi dapat dikomunikasikan melalui layar lebar, menggugah kesadaran penonton dengan cara yang estetis dan menyentuh hati.

Artikel ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan kajian dakwah kontemporer dan menjadi rujukan bagi para akademisi maupun praktisi komunikasi Islam yang ingin mengeksplorasi media film sebagai instrumen dakwah yang efektif dan kreatif.

Artikel ilmiah ini telah terbit di JOISCOM (Journal of Islamic Communication).


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *