Perubahan kehidupan masyarakat yang sedemikian cepat menyebabkan kebijakan program pendidikan nasional senantiasa berfluktuasi mengikutinya.Oleh sebab itu kurikulum yang coba dikembangkan Perguruan Tinggi diusahakan mengedepankan kurikulum yang berbasis kompetitif.Artinya, keberadaan perguruan tinggi sebagai mitra penyediaan tenaga-tenaga terampil bukan sekedar menghasilkan sarjana pengangguran,tetapi bagaimana dengan ilmu dan keahlian yang diperoleh selama mengikuti pendidikan di perguruan tinggi maupun diaplikasi dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara, secara cerdas dan kreatif.Hal dasar yang menjadi kerangka acuan adalah relevansi program studi yang dikembangkan pada Perguruan Tinggi dengan ketersediaan lapangan kerja; yang lebih utama justru bagaimana kreativitas lulusan perguruan tinggi mampu menciptakan lapangan kerja baru secara mandiri.Oleh sebab itu orientasi pembukaan sebuahJurusan/ Program studi benar-benar mendasarkan kepada studi kelayakan untuk keberlangsungan jurusan/program studi tersebut.Satu sisi pembukaanjurusan/program studi tersebut tidak menambah beban dengan menghasilkan sarjana-sarjana penganggur, di sisi yang lain justru dengan pembukaan jurusan/program studi baru ini menjadi solusi dengan lahirnya sarjana-sarjana yang berqualified dengan siap berkompetisi di dunia kerja, atau bahkan mampu membuka lapangan kerja baru dengan bekal keahlian sesuai dengan disiplin ilmunya.

Dasar pemikiran ini yang dijadikan kerangka acuan bagi Universitas Muhammadiyah Bengkulu dalam menentukan kebijakan untuk tetap membuka dan menyelenggarakan Fakultas Agama Islam dengan mengembangkan dua jurusan, yakni (1)Jurusan Tarbiyah terdiri dari Program Studi Pendidikan Agama Islam(PAI) jenjang Strata satu (S-1),(2)Jurusan Dakwah Program Studi KomunikasiPenyiaran Islam(KPI) jenjang Strata satu(S-1).

Secara Yuridis, keberadaan Fakultas Agama Islam ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Agama RI Nomor 79 Tahun 1996 tertanggal 26 Februari 1996, adalah sebagai bentuk perubahan dan pengembangan dari nama Fakultas Ushuluddin Universitas Muhammadiyah Bengkulu yang didirikan dan ditempatkan pada tanggal 22 November 1993 melalui Surat Keputusan Menteri Agama RI Nomor 300 Tahun 1993.

Dari perubahan tersebut Fakultas Agama Islam hingga sekarang mengembangkan dua jurusan. Pengembangan kedua Jurusan dan Program Studi tersebut dimaksudkan untuk menjawab tantangan sebagaimana diungkapkan di atas, yaitu jurusan yang protektif dalam hal peminat dan dalam hal relevansi dengan ketersediaan dunia kerja.Sehinggadapat dihindari penumpukan output yang tidak mampu terserap dalam dunia kerja, sementara kemampuan yang terbatas menjadikannya ketidakmampuan membuka lapangan kerja baru. Duahal dasar inilah yang menjadi kerangka acuan bagi Universitas Muhammadiyah Bengkulu menetapkan pembukaan dan pengembangan penyelenggaraan Fakultas Agama Islam dengan dua jurusan yang secara faktual berdasarkan survei lapangan merupakan jurusan/program studi yangprosfektif dan marketable.

Pada tataran lain komitmen Universitas Muhammadiyah Bengkulu menetapkan pembukaan dan pengembangan penyelenggaraan Fakultas Agama Islam dengan jurusan/program studi tersebut didasarkan pada kerangka ideal yang cita-citanya didirikannya Universitas Muhammadiyah Bengkulu, tentunya kesadaran akan tugas dan tanggung jawab kita terhadap peningkatan kualitas akademik akan semakin tinggi. Hal ini mengingat bahwa kita tidak hanya sekedar berkewajiban untuk meningkatkan kualitas keilmuan semata, melainkan yang tak kalah pentingnya adalah pentingnya kualitas tersebut disertai dengan moralitas keagamaan, perilaku keagamaan, dan visi keagamaan dalam setiap pengembangan keilmuan sebagai realitas realisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Disamping itu keberadaan pengembangan Fakultas Agama Islam tentunya tidak mungkin dapat dilepaskan dari upaya penciptaan lingkungan dan dasar keislaman yang menjadi dasar filosofi pengembangan kualitas akademik Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Haltersebut jelas merupakan satu fondamen yang harus dipegang dan dikembangkan oleh semua civitas akademik Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu, karena ciri khas keagamaan inilah yang sebenarnya merupakan idealism, karakteristik dan pembeda antara Universitas Muhammadiyah Bengkulu dengan Perguruan Tinggi lainnya. Universitas Muhammadiyah Bengkulu tidak saja bertujuan untuk membentuk sarjana muslim, melainkan juga untuk mampu mencuatkan kekuatan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bervisi dan berdimensi keislaman yang didukung oleh para intelektual muslim yang berkualitas, berdedikasi, dan mempunyai integrasi tinggi.

Karena itu, filosofi pengembangan tidak hanya didasarkan pada pengembangan kerangka pikiran semata, melainkan juga moralitas dan mentalitas keagamaan.Dengan kata lain,Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu mampu berperan sebagai pusat pengembangan budaya ilmu dan teknologi yang berbasis Islami.Apalagitugas Fakultas Agama Islam diantaranya adalah melahirkan kader-kader militan yang diharapkan mampu mengembangkan persyarikatan Muhammadiyah secara berdaya guna dan berhasil guna bagi pengembangan masyarakat secara makro, maka tugas utama yang dikembangkan adalah agar output tersebut dapat mempunyai bekal ganda, yaitu sebagai sarjana yang profesional dan berkualitas sekaligus sebagai pengembangan ajaran Islam.Keterpaduan antara keduanya inilah yang diharapkan mampu memunculkan kredibilitas dan integritas keilmuan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu, baik dalam lingkungan lokal maupun nasional.